Pentingnya Tidur Bagi Mahasiswa
Tidur adalah salah satu kebutuhan biologis yang harus
dipenuhi (Ramar et al., 2021). Tidur sangat penting untuk kesehatan dan
kesejahteraan pada semua golongan usia (Foster, 2020 dalam Ramar et al., 2021).
Meskipun demikian, tidur seringkali diabaikan, terutama pada kalangan mahasiswa
yang terkenal dengan kebiasaan begadang. Dalam upaya mahasiswa untuk meraih
prestasi, tidur seringkali menjadi prioritas kedua bagi mahasiswa. Oleh karena
itu, memahami peran tidur bagi mahasiswa sangat penting. Melalui artikel ini,
kita akan mengetahui dan lebih memahami kualitas tidur, serta dampak kurang
tidur pada kinerja mahasiswa, kesehatan mental, dan fisik.
Stores (dalam Herawati & Gayatri, 2019) menjelaskan
tidur dibagi menjadi dua kategori, yaitu tidur yang memuaskan dan tidur yang
tidak memuaskan. Tidur yang memuaskan artinya durasi tidur cukup dan kualitas
tidur yang baik (Herawati & Gayatri, 2019). Rekomendasi tidur yang cukup
bagi dewasa muda (usia 18-25 tahun) adalah 7-9 jam per malamnya (Chaput et al.,
2018). Nelson et al. (2021) meengungkapkan bahwa kualitas tidur adalah kepuasan
individu terhadap semua aspek tidur. Adapun aspek-aspek tidur yang dimaksud
adalah adalah subjective sleep quality (penilaian subjektif
individu mengenai kualitas tidur yang ia miliki), sleep latency (jumlah
waktu yang dibutuhkan individu untuk tertidur), sleep duration (jumlah
waktu individu tertidur), habitual sleep efficiency (persentase
jumlah jam tidur dan jumlah jam yang dihabiskan di tempat tidur), sleep
disturbance (pola tidur yang terganggu akibat beberapa faktor), use
of sleep medication (penggunaan obat-obatan yang membantu individu
tidur), dan daytime dysfunction (keadaan individu
kesulitan beraktivitas di siang hari karena kualitas tidur yang buruk) (Buysse,
et al., 1989; Sukmawati, et al., 2019).
Sebuah studi menemukan bahwa mahasiswa yang tidur selama
7-9 jam setiap malam memiliki IPK yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka
yang tidak memenuhi rekomendasi tersebut (Smith, 2018). Penelitian secara
konsisten menunjukkan bahwa mahasiswa yang memberikan prioritas pada tidur
cenderung tampil lebih baik dalam ujian dan tugas (Smith, 2018). Namun
demikian, masalah tidur sering ditemukan pada mahasiswa. Zhang et al. (2022)
menyebutkan bahwa mahasiswa dianggap sebagai kelompok yang rentan memiliki kualitas
tidur yang buruk. Adapun kecenderungan mahasiswa memiliki kualitas tidur yang
buruk mencapai 45,07%. Hal ini didukung pula oleh Schlarb et al. (2017) yang
menyebutkan sekitar 60% mahasiswa memiliki kualitas tidur yang buruk dan 7,7%
diantaranya memenuhi kriteria insomnia (kesulitan untuk tidur).
Salah satu dampak yang paling nyata dari kurang tidur
bagi mahasiswa adalah pengaruhnya pada kinerja mahasiswa, khususnya dalam
bidang akademis. Tidur berperan penting dalam konsolidasi ingatan dan fungsi
kognitif (Jones, 2017). Ketika mahasiswa tidak mendapatkan cukup tidur,
kemampuan mereka untuk fokus, berkonsentrasi, dan menyimpan informasi mengalami
penurunan (Jones, 2017). Penurunan dalam kemampuan tersebut dapat mengakibatkan
nilai mahasiswa yang menurun, peningkatan stres, dan penurunan prestasi akademis.
Selain aspek akademis, tidur berperan penting dalam
kesejahteraan mental dan emosional mahasiswa. Kurang tidur berkaitan dengan
peningkatan risiko kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental lainnya
(Brown, 2019). Hal ini dapat memperburuk kondisi kesehatan mental yang sudah
ada dan membuat sulit mahasiswa untuk mengatasi tekanan kehidupan di
universitas. Miller (2020) menjelaskan bahwa tidur yang baik membantu menjaga
keseimbangan kimia dalam otak, yang berdampak positif pada kesehatan mental.
Mahasiswa yang tidur cukup memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan lebih
siap menghadapi tekanan akademik. Kurang tidur juga dapat menyebabkan perubahan
suasana hati, mudah tersinggung, dan kesulitan untuk mengelola stres (Miller,
2020). Hal ini tidak hanya memengaruhi mahasiswa saja, tetapi juga dapat
mengganggu hubungan dengan teman sebaya, dosen, maupun keluarga. Oleh karena
itu, tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga stabilitas emosi bagi
mahasiswa untuk menjalani kehidupan perkuliahan yang mungkin dirasa menuntut.
Mahasiswa seringkali menjalani kehidupan yang sibuk, baik
dalam bidang akademis (menjalani perkuliahan, mengerjakan tugas-tugas
perkuliahan, dan lainnya) maupun bidang non-akademis (kegiatan di luar
perkuliahan, magang, dan lainnya). Memiliki kehidupan yang sibuk, mahasiswa
sering mengabaikan pentingnya tidur. Mengabaikan tidur dapat berdampak serius
pada tubuh mereka. Kurang tidur kronis dikaitkan dengan peningkatan risiko
berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas, diabetes, dan penyakit
kardiovaskular (Reis et al., 2018). Selain itu, sistem kekebalan tubuh
memerlukan tidur yang cukup untuk bisa berfungsi secara optimal. Mahasiswa yang
tidak memiliki tidur yang cukup lebih rentan terhadap penyakit (Reis et al.,
2018). Kesehatan fisik yang menurun dapat mengakibatkan mahasiswa absen kuliah
dan penurunan dalam kinerja akademis.
Gaya hidup sehat, persoalan akademik, lingkungan sosial
(hubungan mahasiswa dengan keluarga, dosen, teman, dan pasangan), dan kecemasan
adalah faktor-faktor yang mungkin berpengaruh terhadap kualitas tidur.
Dengan demikian, mahasiswa perlu mengenali hal apa saja
yang mungkin memengaruhi kualitas tidurnya, selanjutnya melakukan hal-hal yang
dapat membantu meningkatkan kualitas tidur tersebut. Sebagai contoh: membatasi
minuman yang mengandung kafein beberapa jam sebelum tidur. Apabila mahasiswa
tetap mengalami kesulitan menjaga kualitas tidurnya dan ada indikasi kecemasan
yang mungkin menyertai, mahasiswa dapat melakukan konsultasi lebih lanjut
dengan praktisi kesehatan mental, seperti psikolog dan psikiater.
Tidur adalah suatu kebutuhan utama, tak terkecuali bagi
mahasiswa. Tidur yang berkualitas dapat menghasilkan peningkatan pada kinerja
akademis, kesejahteraan mental dan emosional, serta kesehatan fisik yang lebih
baik. Dengan memahami pentingnya tidur dan menerapkan kebiasaan tidur yang
sehat, mahasiswa dapat menciptakan kesuksesan pada bidang akademis maupun
non-akademis.
sumber :
Brown, A. (2019). The
impact of sleep on college students’ academic performance. Journal of
Sleep Research, 22(5), 561-568.
Buysse, D. J.,
Reynolds, C. F., Monk, T. H., Berman, S. R., & Kupfer, D. J. (1989). The
Pittsburgh sleep quality index: A new instrument for psychiatric practice and
research. Psychiatry Research, 28(2), 193–213.
Chaput, J. P., Dutil,
C., & Sampasa-Kanyinga, H. (2018). Sleeping hours: What is the ideal number
and how does age impact this? Nature and Science of Sleep, 10,
421-430.
Herawati, K., &
Gayatri, D. (2019). The correlation between sleep quality and levels of stress
among students in Universitas Indonesia. Enfermería Clínica, 29(S2),
357-361. https://doi.org/10.1016/j.enfcli.2019.04.044
Jones, E. (2017).
Sleep and cognitive function: The role of sleep in critical thinking. Cognitive
Psychology, 28(4), 489-502.
Miller, S. (2020).
Sleep and mental health: The connection between a good night’s sleep and
emotional well-being. Journal of Mental Health, 15(2),
198-210.
Nelson, K. L., Davis,
J. E., & Corbett, C. F. (2022). Sleep quality: An evolutionary concept
analysis. Nursing Forum: An Independent Voice for Nursing, 57, 144-151.
Ramar, K., Malhotra,
R. K., Carden, K. A., Martin, J. L., Abbasi-Feinberg, F., Aurora, R. N., Kapur,
V. K., Olson, E. J., Rosen, C. L., Rowley, J. A., Shelgikar, A. V., &
Trotti, L. M. (2021). Sleep is essential to health: An American Academy of Sleep
Medicine position statement. Journal of Clinical Sleep Medicine,
17(10), 2115 - 2119.
Reis, C., Rodrigues,
A. M., Sousa, R. D., Gregório, M. J., Branco. J., Canhão, H., & Paiva, T.
(2018). Sleep duration, lifestyles and chronic diseases: A cross-sectional
population-based study. Sleep Science, 11(4), 217-230.
Schlarb, A. A.,
Friedrich, A., Claßen, M. (2017). Sleep problems in university students - an
intervention. Neuropsychiatr Dis Treat, 13, 1989-2001.
doi: 10.2147/NDT.S142067.
Smith, J. (2018). The
relationship between sleep duration and academic performance in college
students. Journal of Educational Psychology, 42(1), 123-136.
Sukmawati, N. M. H.,
& Putra, I. G. S. W. (2019). Reliabilitas kusioner Pittsburgh Sleep Quality
Index (PSQI) versi Bahasa Indonesia dalam mengukur kualitas tidur lansia. WICAKSANA,
Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 3(2), 30-38.
Zhang, L., Zheng, H.,
Yi, M., Zhang, Y., Cai, G., Li, C., & Zhao, L. (2022). Prediction of sleep
quality among university students after analyzing lifestyles, sports habits,
and mental health. Frontiers in psychiatry, 13, 927619.
https://doi.org/10.3389/fpsyt.2022.927619
Komentar
Posting Komentar