Tingkat Stress Terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa Profesi Ners
Tuntutan tugas mahasiswa umumnya sering menyebabkan mahasiswa menjadi stres yang dapat mempengaruhi keseimbangan psikofisik dan kepribadian mereka secara keseluruhan. Kondisi tersebut menyebabkan mahasiswa profesi ners rentan mengalami kesulitan tidur sehingga mempengaruhi kualitas tidur. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan stres dengan kualitas tidur. Stres yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan hormon stres (epinefrin, norepinefrin, kortisol) yang mempengaruhi sistem saraf pusat dan mengganggu siklus tidur (NREM dan REM).
Mahasiswa yang
stres cenderung mengalami kesulitan tidur, sering terbangun, dan merasa lelah
pada siang hari. Memiliki kualitas tidur yang burukdapat berdampak buruk bagi
kesehatan mahasiswa. Sebaliknya, apabila seseorang memiliki kualitas tidur yang
baik, maka akan mendatangkan mafaat yang positif dalam kesehatan. Selain agar
terhindar dari berbagai penyakit,kualitas tidur yang baik dapat meningkatkan
kapasitas memori jangka pendek dan dapat mendukung efektifitas dalam menuntut
ilmu di perkuliahan . Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk
meningkatkan kualitas tidur.
sumber: Tendean, A. F., Pitoy, F. F., Ruku, D. M., & Logo, J. (2022). Tingkat Stress Terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa Profesi Ners. Jurnal Skolastik Keperawatan, 8(1), 67–74. https://doi.org/10.35974/jsk.v8i1.2849
Komentar
Posting Komentar